Showing posts with label Turki-Istanbul. Show all posts
Showing posts with label Turki-Istanbul. Show all posts

Thursday, May 19, 2011

Perjalanan ke negeri seribu menara (Turki) edisi Galata tower


Perjalanan hari ke tiga di kota seribu menara ditutup ke galata tower. padahal niatnya mo taksim dan galata. tapi apa daya waktu kami ga cukup, karna pesawat yang akan  membawa kami ke Yunani  menunggu jam 4 sore.  Untuk menuju galata tower dari hotel ku cukup pake tram T1 dan langsung turun di galata. Tower ini berada di atas, jalan nya menanjak. entah kami salah ambil jalan pokoknya jalannya jelek. 
Sesampainya diatas ternyata di sekitar tower terdapat banyak orang berjualan dari toko souvenir , pakaian, cafe- restaurant dan juga sudah ramai orang yang mengantri tiket. Harga tiket masuk 10 lira. setelah membayar tiket para pengunjung  menggunakan lift kemudian berjalan melalui tangga dan barulah ke bagian balkon ( luar) untuk melihat indahnya  panorama kota Istanbul, melihat bophorus dan kota sekitar istanbul. 

Dari info yang saya baca Galata Tower  atau dalam bahasa Turki nya Galata Kulesi adalah salah satu tower tertua yang paling indah di Istanbul. Menara ini dibangun 528m selama pemerintahan Byzantium oleh kaisar Justianus. Kemudian diambil alih oleh   masa kejayaan Turki pada tahun 1453. Menara ini memiliki ketinggian 61 m dan 140 m dari laut., dengan diameter 8,95 m. dan ketebalan tembok 3,75. Di dalam nya terdapat restaurant bukan hanya enak tapi juga spesialis makanan Turki dan Internasional.Kalo malam hari biasanya ada pertunjukan tradisional dan tarian perut yang sensasional.Saya sendiri seh belum mencoba makan di tower karna udah bisa di tebak harganya pasti selangit.
Salah satu ciri galata tower adalah  bentuk silinder, tinggi kerucut-capped yang mendominasi cakrawala dan dapat melihat  panorama  Istanbul.
Dan ini beberapa foto pemnadangan diambil dari atas galata tower.
kira-kira 2 jam lebih kai di tempat ini, kemudian perjalanan menuju bandara.

Monday, May 16, 2011

Perjalanan ke negeri seribu menara (Turki) edisi Hagia Sophia

Hari ke dua setelah sarapan pagi kami langsung mengantri di Hagia Sophia..ternyata kami harus sabar di antara antrian yang mengular hampir 100 meter. Mana aa kelupaan bawa tripot lagi, tadinya mo balik lagi cuma mikir-mikir kita bakal keilangan banyak waktu. Setelah lebih dari 30 menit akhirnya kami dapat  tiket masuk museum ini sebesar 20 lira.
 Pemandangan sebelum masuk museum saja view nya menarik. 



Hagia Sophia,  atau Aya Sofya dalam bahasa Turki, adalah sebuah bangunan bekas basilika, masjid, dan sekarang menjadi  museum, di Istanbul. Hagia Sophia ialah gereja katedral (basilika) Bizantium yang dibangun oleh Konstantius, putra Konstantin yang Agung.
Saat Konstantinopel ditaklukkan Sultan Mehmed II pada hari Selasa 27 Mei 1453 dan memasuki kota itu, Mehmed II turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan mengubahnya menjadi masjid yang dikenal dengan Aya Sofia. Jumatnya langsung diubah menjadi masjid untuk salat Jumat.

Berbagai modifikasi terhadap bangunan segera dilakukan agar sesuai dengan corak dan gaya bangunan mesjid. Pada masa Mehmed II (1444-1446 dan 1451-1481) dibuat menara di selatan. Selim II (1566-1574) membangun 2 menara dan mengubah bagian bangunan bercirikan gereja. Termasuk mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit.
Lantas selama hampir 500 tahun Hagia Sophia berfungsi sebagai mesjid. Patung, salib, dan lukisannya sudah dicopot atau ditutupi cat.
Pada tahun 1937, Mustafa Kemal Atatürk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum. Mulailah proyek "Pembongkaran Hagia Sophia". Beberapa bagian dinding dan langit-langit dikerok dari cat-cat kaligrafi hingga ditemukan kembali lukisan-lukisan sakral Kristen.
Sejak saat itu, Gereja Hagia Sophia dijadikan salah satu objek wisata terkenal oleh pemerintah Turki di Istambul. Nilai sejarahnya tertutupi gaya arsitektur Bizantium yang indah mempesona.
Dibagian kubah terlihat paduan yang tidak biasa Allah dan Muhammad tapi bagian tengahnya terpampang Yesus.  Kalo melihat hagia sophia saya jadi teringat dengan Mezquita- Cordoba, mesjid yang dirubah jadi gereja, kebalikan hagia sophia.

Keistimewaan bangunan ini terletak pada bentuk kubahnya yang besar dan tinggi. Ukuran tenghnya 30 m. Tinggi dan fundamennya 54 m. Interiornya dihiasi mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni, dan dindingnya dihiasi ukiran.
 **Foto diambil dari samping
**Foto diambil dari tengah

 Bagian tengah ruangan di hiasi dengan lampu-lampu, membuat Hagia Sophia terasa megah dan romantis.



Bangunan Hagia Sophia 2 lantai, dan untuk menuju lantai atas pengujung akan melalui  lorong seperti gua. Dibagian atas terdapat pameran lukisan dan beberapa cuplikan sejarah Hagia Sophia dan peninggalan  lukisan sakral kristen di jaga ketat oleh petugas dan dilarang memfoto dengan blitz. Di bagian atas pun kita bisa melihat sekeliling mewahnya hagia sophia.

Hampir 3 jam kami berada di tempat ini. Karna aa ga habis-habisnya mengambil view. Malam hari sehabis jalan-jalan keliling kota istanbul kami  datang lagi hanya untuk mengabadikan Hagia Sophia dimalam hari.
Source : pengalaman pribadi dan Wikipedia
Foto : milik pribadi taken by Nikon D90

Saturday, May 14, 2011

Perjalanan ke negeri seribu menara (Turki) edisi Blue Mosque


Mengunjungi Turki seperti pulang ke kampung halaman. Suara adzan  berkumandang di mana-mana, yang berbeda hanya wajah dan bahasa, wanita berkerudung  ada dimana-mana, arghh rasanya saya merasa aman berada di sini, seperti bukan di tempat wisata. Padahal kalo saya  jalan-jalan ke negara lainnya pasti saja pandangan beberapa mata melihat tajam tertuju pada saya. keramahan sekeliling pun  seakan mengakanan 'welcome in Turkiye'.

Letak hotel kamipun  berdekatan dengan mesjid sultan Ahmed. Setelah istirahat beberapa jam di hotel, kami cepat bergegas karna  aa pengen ngerasain shalat jumat.Saya menunggu di luar mesjid, dan aa masuk mesjid. banyak banget turis yang ikut shalat jumat, tapi banyak juga yang hanya membidik foto mungkin buat turis yang bukan muslim shalat merupakan ritual yang aneh. Untuk masuk ke dalam mesjid setiap pengunjung diberikan kantong kresek untuk menyimpan sepatunya. Karna pengunjung membludak jadi ma´mum shalat jumat sampai ke luar mesjid. Saya pun mengamati  macam-macam gerakan takbir dan shalat sunat. Ada juga wanita yang ikut shalat jumat.

Selesei shalat jumat aa cerita, katanya shalat disini ada sedikit perbedaan  dengan kebiasaan di Indonesia, pertama mamum mendengarkan khutbah, trus  shalat 4 rakaat, kemudian ceramah lagi,kemudian shalt jumat seperti biasa. Nah ada kejadian lucu...waktu aa shalat sunat 2 rakaat , ma'mum sebelah aa dengan kata isyarat kalo aa kudu nambah 2 rakaat lagi. cuma aa ga ngikutin.

Setelah selesei shalat jumat, para turis diperbolehkan masuk asalkan sesuai persyaratan pengumuman yang terpampang gerbang masjid. salah satu nya  pengunjung diwajibkan memakai kerudung, dan pakaian yang sopan dan panjang. Kerudung dan kantong kresek sudah disediakan oleh pihak mesjid. Jadilah pemandangan saat itu banyak bule berkerudung biru.

Blue mosque atau Masjid Sultan Ahmed  kalo dalam Bahasa Turki: Sultanahmet Camii adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah ( dari 1453 sampai 1923). mengapa disebut  Blue Mosque karena di masa lalu interiornya berwarna biru.  Akan tetapi cat biru tersebut bukan merupakan bagian dari dekor asli masjid, maka cat tersebut dihilangkan. Sekarang, interior masjid ini tidak terlihat berwarna biru.

Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium.  Berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang diubah fungsinya menjadi museum.
Jaraknya cukup dekat dengan Istana Topkapı, tempat kediaman para Sultan Utsmaniyah sampai tahun 1853 dan tidak jauh dari pantai Bosporus. Dilihat dari laut, kubah dan menaranya mendominasi cakrawala kota Istanbul.


Arsitek Masjid Sultan Ahmed, Sedefhar Mehmet Aga, diberi mandat untuk tidak perlu berhemat biaya dalam penciptaan tempat ibadah umat Islam yang besar dan indah ini. Struktur dasar bangunan ini hampir berbentuk kubus, berukuran 53 kali 51 meter. Seperti halnya di semua masjid, masjid ini diarahkan sedemikian rupa sehingga orang yang melakukan Salat menghadap ke Makkah, dengan mihrab berada di depan. Dan memang benar kubah dan kaligrafi di dalam mesjid ini begitu megah dan indah.
Saat saya masuk ek bagian dalam mesjid, bagian tengah masjid di batasi oleh petugas. Area bagian depan hanya untuk laki-laki. Jadi saya hanya menunggu di bagian belakang dan aa sendirian  mengambil foto bagian tengah dan depan. Bagian tengah mesjid di pasang lampu bundar yang besar.

 dan ini bagian mihrab nya

 
Blue Mosque memang memukau..pantas saja menjadi  icon Turki dan menjadi magnet para turis. Seandainya saja saya diberi kesempatan lag, saya ingin  kembali lagi ke kota seribu menara.



source : pengalaman sendiri dan wikipedia

Friday, May 13, 2011

Perjalanan ke negeri seribu menara (Turki) edisi istana Topkopi

Setelah puas menikmati Hagia Sophia, perjalanan selanjutnya menuju Topkopi Palace .Untuk memasuki area ini terlebih dahulu  kami masuk gerbang yang dijaga ketat oleh 
 tentara berbaju militer lengkap dengan senjata. Gerbang utama ini disebut imperial gate. Diatas gerbang bertuliskan  ayat-ayat dari Al-Quran

yang mengandung arti :

   ' Dengan karunia Allah, dan dengan persetujuan-Nya, dasar-dasar benteng ini menguntungkan telah dibebankan, dan bagian-bagiannya yang kokoh bergabung bersama-sama untuk memperkuat perdamaian dan ketenangan [...] Semoga Allah membuat kerajaan abadi, dan meninggikan kediamannya di atas paling jelas bintang-bintang cakrawala '
 
Setelah melewati gerbang utama ternyatadi depan mata kami  terbentang taman yang besar, tertata rapih dan indah dengan bunga-bunga ditambah view laut Bophorus...kami pun duduk-duduk sebentar dan ambil foto. Disana kami bertemu dengan turis dari malaysia kami sempatkan ngobrol juga.

Gereja Hagia Irene,tidak  dihancurkan oleh masa kejayaan Ottoman yang digunakan sebagai gudang dan gudang persenjataan kekaisaran


 Berjalan menelusuri taman ..oow..oww antrian tiket sudah  mengular, ternyata pengunjung membludak mungkin saat itu bertepatan dengan liburan paskah. Biar ga terlalu banyak waktu terbuang, kami pun membagi tugas..saya  mengantri dan aa mencari view yang bagus. Untungnya pihak Topkapi sudah menyiapkan beberapa baris tiket, jadi saya ga terlalu pegel mengantri tiket. Harga tiket masuk  20 lira per person.Tempat  ini dibuka hanya sampe jam 5 sore.



Gerbang Salam

Gerbang besar Salam (Arab: BAB-us Selam), juga dikenal sebagai Gerbang Tengah (Turki: Orta Kapi), mengarah ke istana dan gerbang Kedua Topkapi. Gerbang ini memiliki dua menara besar menunjuk segi delapan. Arsitektur menara dipengaruhi masa Bizantium saat kejayaan  Ottoman. Gerbang ini pun menjadi akses untuk  masuk pantai kerajaan ke kebun istana , melihat  laut dan jembatan Bosphorus.



Setelah memasuki gerbang salam ternyata masih kudu ada pemeriksaan tiket, dengan alat ditektor. barulah setelah itu kita leluasa berjalan-jalan di are ini. Istana Topkapi adalah sebuah istana di Istanbul- Turki, yang merupakan kediaman resmi dan utama selama sultan Ottoman selama kurang lebih 400 tahun.
Istana Topkapi merupakan salah satu daya tarik wisatawan yang berisi peninggalan bersejarah dunia islam  seperti jubah, pedang, pernak-pernik Nabi Muhammad. Dan Istana ini penuh dengan koleksi porselain, senjata, perisai, baju zirah, Ottoman miniatur, naskah kaligrafi islam serta harta dan perhiasan di jaman Utsmani .Istana Topkapi  masuk ke dalam UNESCO World Herritage Site.

Kompleks Istana ini sangat besar dan  memiliki banyak kamar-kamar tapi hanya kamar yang penting yang bisa di akses oleh pengunjung dan dijaga ketat oleh pejabat kementrian dan penjaga bersenjata militer Turki.

Setiap kamar dijadikan museum, dan sekali lagi untuk masuk area kamar  ini kudu mengantri. Setiap kamar memiliki satu tema, misalnya
*  Kamar yang khusus memamerkan  jubah atau kafran  dan pakaian perang jaman ottoman yang ukurannya besar-besar.
* kemudian kita juga bisa mengagumi perhiasan yang terbuat dari emerald, rubin, dan diamond..rasanya pengen ngambil satuu aja. perhiasannya indah-indah dan sepertinya pembuatannya sangat rumit.sayangnya tidak diperkenankan mengambil kamera.
*Lukisan berikut cerita jaman kepemimpinan di Turki
*ada juga kamar yang memamerkan tempat duduk raja ( singasana ), tempat buat tidur bayi, karpet, dsb
*Kamar yang khusus menerima tamu kenegaraan
*Dan yang paling utama adalah ruangan besar yang terdapat benda penting dalam sejarah islam.Terdengan kata-kata 'subhanalloh' dan lantunan ayat-ayat Allah dari sertipa turis mulimin saat melihat benda-benda dan pedang Rasullullah. Tongkat nabi Musa, subhanallah ukurannya kecil tapi bisa membelah lautan menjadi dua. Ada replika hajar Aswad dan Kabah beserta cerita. Peralatan perang nabi Daud. Pedang yang pernah digunakan rasulullah dan para sahabat seperti Khalid bin Walid, Syaidina Umar,  Syaidina Ali, dan sahabat Rasullullah lainnya. dan lantutan Di tempat ini pun dikumandangkan murrotal Quran secara live..suara bapak tua itu indah..ada rasa haru..damai dan bikin bulu kuduk merinding.
*Kamar untuk sunat. dan sekitar ini banyak banget porselain yang indah-indah. kalo saya amati bentuk dan poselainnya bertipe sama dengan yang saya temui di Granada dan mezquita. 



batu kecil di tanah di depan gerbang menandai tempat di mana panji-panji Nabi Muhammad dikibarkan. Wazir Agung atau komandan perang akan dipercayakan dengan ini banner dalam upacara khidmat.

Dibelakang topkapi terdapat kursi-kursi malas yang berderet, sengaja disediakan buat nongkrong sambil menikmati indahnya kota  istanbul dan selat Bophorus.
 
Atau bila perut lapar bisa sambil menikmati menu Cafe tentu saja harganya lebih mahal. Kami  memesan goreng kentang dan teh Turki. Walaupun udara saat itu terang dan bercahaya, tapi angin sangat kencang, dan kami pun tetap setia dengan jaket.Oiya akibat udara yang masih dingin , alhasil wc pun ngantriiii..mungkin smua orang bawaanya pengen kencing mlulu...hihi..gitu deh kerugian kalo jalan jalan bukan musim summer. 


Waktu Turki sudah menunjukkan waktu shalat Ashar. Di dekat tempat nongkrong disediakan satu ruangan ya istilahnya mushala yang bisa digunakan untuk umum. Mushala ini ada 2 lantai, tempatnya bersih tapi di depan mushala tidak disediakan tempat wudhu. Jadi kami tayamum saja. Karna kita masih berstatus musafir jadi kami shalat jama takhir.
Alhamdulillah , kita bisa menikmati shalat di istana, kapan lagi coba balik lagi kesini :).
Baru kali ini kami shalat dengan tenang di tempat wisata, biasanya  kami mencari dulu tempat yang tenang misalnya taman, baru shalat dalam keadaan duduk dan itupun gantian.


Tenang rasanya kalo sudah shalat, kami pun pulang meninggalkan Topkapi dan melanjutkan perjalanan ke underground katedral untuk melihat patung medusa.



Wednesday, May 11, 2011

Kuliner makanan Turki

Pertama kali mengenal makanan Turki saat saya tinggal di Belanda. Restoran Turki atau kami menyebutnya  restoran kebab, karna  menjual menu kebab, padahal seh menu yang ditawarkan ga cuma kebab doang. Restoran kebab umumnya berukurannya kecil, dan hampir banyak ditemukan di sekitar Belanda. Begitu pula pada saat saya pindah ke Jerman, restoran  kebab ini ada  dimana-mana, mungkin karna lokasi Turki dan Eropa dekat jadi makanan Turki sangat dominan, kalo di Bandung  mungkin restoran turki ini persis seperti restoran padang ada dimana-mana.  Jadi buat lidah saya makanan Turki sudah bukan makanan asing lagi.
Saat kami punya kesempatan  liburan ke Turki ternyata tiga hari tidak cukup untuk eksplore lebih banyak makanan Turki yang beraneka ragam. Bagi saya cita rasa makanan Turki sangat cocok dengan lidah saya.  Kalo saya amati bahan utama daging sapi dan lebih banyak daging kambing, tapi ada juga ikan, dan ayam. apapun bahan baku nya   sudah pasti pada saat disajikan disanding dengan salad. Cara pengolahannya lebih banyak di bakar atau di goreng.


menu makan pagi....

Kebetulan  saat  saya di Turki, saya menyewa  hotel ala rumahan jadi hotel nya sangat "homy". Jadi saya mencoba makanan ala rumahan.  Menu sarapan sudah berjejer diatas meja mulei dari   olive hitam dan hijau, paperoni, keju, wurst, telur rebus, timun, tomat,
 dan bisa memesan  lentil sup  dan omelet. Tentu saja ditemani dengan teh Turki atau kopi Turki. Ternyata itu memang ciri khas sarapan ala Turki.


Teh Turki dan Borek


Minuman yang paling populer adalah teh turki, kopi turki, salgam, boza dan ayran. 

Teh Turki ini disajikan dengan gelas-gelas kecil dan tatakan kecil. Rasa Teh ini kental dan pekat dan disajikan tanpa gula. Kalo saya lihat sepertinya pembuatan teh Turki ini, air dan teh digodok terlebih dahulu. Sama halnya dengan penyajian kopi , kopi digodog dengan teko-teko khas. Rasa kopi nya sedikit pahit, sayang waktu itu saya lupa memoto kopi padahal suami memesan kopi.
Bakery di Turki bukan cuma menawarkan roti-roti manis ala eropa tapi juga ada banyak variasi yang belum saya temui..dan rasanya sangatt menggoda. Saya hanya membeli satu buah Borek dan pie bayam. Borek, rasanya pertengahan antara risoles daging dan lumpia dan rasanya enakkkkkkkkk banget.

Saya pun membeli pie bayam..pie ini crucy banget....rasanya lumayan juga...



 Lentil soup

Untuk pertama kalinya saya sarapan dengan  lentil soup...entah bagaimana pengolahannya lentil soup yang saya makan ini rasanya yummiiiii. Lentil soup ini dihidangkan bersama roti dan lemon. lentil soup terbuat dari jenis kacang yang namanya lentil. Namun ada juga variasi sup lainnya seperti tarhana, asiran dan yayla.

menu makan siang dan makan malam......

Rempah-rempah seperti kayu manis, lada dan bubuk paprika, daun ketumbar merupakan rempah yang paling banyak digunakan.  Bawang bombay, bawang putih, tomat, timun,  paperoni hijau dan yoghurt memainkan peranan  untuk makanan Turki.
Ini salah satu variasi makana Turkie..cuma sayang karna yang ambil foto saya jadi tampilannya fotonya rada blur. 

Dibawah ini ada makanan yang sudah saya coba...cuma saya lupa nama Turki nya.

Grill Lamb: dihidangkan dengan potongan roto, goreng kentang, Couscous, salat, peperoni dan tomat bakar.daun ketumbar.






Roti fresh dari tungku

Ini salah satu roti yang disajikan untuk makan siang atau makan roti.  Roti sepertinya hukumnya wajib, apapun makanannya mo nasi, couscous, atau kentang pasti selalu ada.

Roti ini besar dan mengembang..kami ketakutan kalo ga habis..ternyata bagian tengahnya bolong...
 Nikmati roti dengan saus atau humus. yang saya makan saus nya campuran tomat, zuchini dan daun ketumbar.




Adana...daging cincang yang dikasih bumbu kemudian di bakar. ditambah dengan salat.
 



Beef Grill..daging sapi ini sebelum dihidangkan bentuknya seperti sate. daging ukuran besar di tusuk dengan tusukan besi, kemudian dibakar dan disajikan tanpa tusukan. Tentu saja daging nya sudah ditambah dengan bumbu khas Turki.

Ekmek yaitu sejenis ikan sandwich,  nama ikannya Ekmek, ikan ekmek ini di bakar, kemudian ditambah dengan sayuran dan bawang bombay sebagai bahan isi dari roti. Harga 4 lira. Ini bisa dijadikan variasi buat makan siang atau makan malam. Tempat mangkal Ekmek ini sangat unik berada disekitar Eminou istanbul...disana ada banyak rumah kapal  yang menjual ikan sandwich ini.

Makanan Turki lainya sebagai menu makan siang dan makan malam yaitu Kofte , sejenis cincang yang di tambah dengan bumbu, kemudian digoreng.
Lamacun, yaitu pizza nya ala Turki, roti nya berbentuk tipis.
Durum, roti tipis yang ditengahnya diisi sayuran , daging , dan saus. kemudian digulung.
Dan makanan paling khas yaitu kebab.
Untuk vegetaris ada banyak menu misalnya kuru fasuliye dibuat dari kacang merah, taze fasuliye bahan bakunya dari buncis, dan lupa nanya bahan bakunya dari terong. Dan banyak lagi.

Dessert, Cemilan dan Jajanan khas Turki
Dessert khas Turki ini kebanyakan terbuat dari susu dan sangat populer di seluruh dunia. Beberapa dessert yang cukup terkenal adalah tavuk gogsu, helva, kazanbi, sutlac, baklava dan kadayif (biasa dikenal sebagai pastry)

Bentuk locum , turkish deligt dan baklava canti-cantikk...hanya sayang kalo buat lidah saya terlalu manis. Dessert yang sudah saya coba yaitu....
Locum diantara makanan yang manis manis saya lebih suka dengan locum karna rasnaya mirip moci, kenyak dan ada kacang dan juga ga terlalu manis.
Baklava : pie yang ditumpul-tumpuk rasnaya manis dan bagian atas di kasih taburan kacang piztas yg berwarna hijau.
Deylight: ini juga mirip dodol rasanya manis.

Es Krim

saya tertarik mengahampiri es krim bukan karna kepengen banget es krim . Tapi penjualnya menggunakan pakaian khas Turkie dan berdemo sambil mengaduk-aduk adonan es krim kemudian mengangkatnya sambil berteriak-teriak. Kliahatannya penjualnya sangat berat mengangkat es krim. Penasaran juga masa ada es krim ko adonannya lengket. Saya membeli 1 es krim harganya 5 lira, eeh saya pun di permain kan dengan atraksi yang lucu oleh pedagang es krim..pantes aja harga es krim 5 lira wajar aja ternyata dia bukan cuma menjual es krim tapi juga atraksinya. rasa es krim nya sendiri enak dan ada lengket-lengket nya.

Pancake ala Turki

Berhubung saya tukang jajan, biarpun ga laper juga kalo liat jajanan bawaanya ngiler. Waktu itu di sekitar blue mosque ada penjual pancake harganya 5 lira. Ada 2 rasa yang ditawarkan keju dan bayam. Saya pilih keju..dan rasanya..nyam..nyam...oiya pancake ini juga banyak di jual di kedai-kedai kecil jalan menuju blue mosque dan Grand bazaar harganya lebih murah  3 lira.


Mohon maaf kalo ada informasi yang kurang berkenan :)


sorce :pengalam sendiri
Foto :milik pribadi ,Taken by Nikon D-90

Sunday, May 08, 2011

Perjalanan ke Istanbul hari pertama.

Dresden – bandara schoenfeld

Saat yang ditunggu pun tiba…akhirnya liburan huraaa senangnyaa...…….
Saking ga kuatnya pengen cepet-cepet liburan, aa yang biasanya makan siang balik lagi ke kampus tiba-tiba udah di rumah.  Jam 4.30 kami pergi meninggalkan rumah mungilku menuju hbf.  Demi tiket hemat kami rela berganti 3 kali transit Dresden-Estrewelda-Blanket- Flughafen Schoenfeld.
Untuk pertama kalinya kita melihat bandara schoenfeld Berlin,  ternyata bagus juga Cuma emang ga gitu gede seh, maklum disini bandara untuk pesawat-pesawat murah, tapi pengunjunganya banyakkkk apalagi sekarang musim liburan ostern.
Walaupun Pesawat pagasus yang akan membawa kita ke Istanbul berangkat jam 01.55 malam., tapi kami sudah sampe bandara Scoenfeld jam 7 malam..emang terlalu cepet seh tapi aa tau kalo aku  paling ga suka diburu-buru..jangan sampe rencana liburan yang udah disiapkan 4 bulan gagal gara-gara perjalanan  Dresden- Berlin telat. 'lebih baik datang lebih awal tapi semua aman' begitulah mottoku :P.

Simbol keberangkatan menunjukkan di lantai atas. Tapi saat diatas kami dibuat bingung karna ternyata ga ada tempat untuk chek in seperti di bandara pada umumnya. Jadi smua yang mau chek in di cek terlebih dulu kudu melewati cek sensor., baru  bisa chek in.

Sambil nunggu waktu chek in kami memesan 2 buah gemuse brot (roti sayuran) , kopi, apel dan air. Sudah barang tentu harga persatuannya , lebih mahal daripada harga di supermarket  tapi mo bilang apa lagi. Padahal tadinya aku mo bekel, cuma dilarang tuh sama si aa...padahal aku ga suka kalo udah terjebak harga mahal.

Perjalanan Berlin -Istanbul




Untuk pertama kalinya kami menggunakan penerbangan pegasus, ternyata  pegasus nyaman juga buat kami. Perjalanan Berlin-Istanbul membutuhkan waktu 4 jam. Kami sampai Istanbul jam 5 pagi. Karna masih pagi dan perut kita juga keroncongan. Kami duduk di cafe bandara sambil shalat shubuh. Aku pesen teh Turki untuk pertama kalinya, kopi, dan borek daging cincang..hmm smuanya enakkk bangett.


Di luar  Bandara  ternyata  sudah ada barisan bis dan taksi.  Kami menggunakan bis E-10 menuju Ferry di   Eminou (pelabuhan). Tiket bis seharga 3,5 lira, bisa dibeli di dalam bis. Tapi lucu nya  supir ga memberikan kami tiket cuma ada tanda bunyi aja.  Ternyata perjalanan menuju Eminou jauhhhhhh banget , pergi jam 06.35 dan sampe  Eminou jam 07.45. Di dalam bis ternyata penuh dengan para turis, dan kami pun berkenalan dengan turis dari Jerman.

Bis akan turun di stasion terakhir yaitu Eminou. Kami beli tiket sekitar 1,7 €, perjalanan sekitar 10 - 15 menit.Sekitar jam 8 pagi kita sudah sampai di Istanbul





Mencari Hotel di Istanbul

Sekarang giliran mencari hotel. Dari Ferry kita menggunakan tram. Tiket tram nya antik pake coin dari plastik kaya coin bombongkar. Hotel kita berada di belakang sultan Ahmed. Sepanjang perjalanan menuju Istanbul kita ketemu dengan orang baik. Ada aja yang orang yang baik hati yang menunjukkan letak hotel kita. Hotel yang kita maksud sebut saja hotel A.   ternyata hotel keluarga yaa sedikit tidak profesional seh. Kita pesen 4 bulan sebelumnya tapi dibilang hotel tersebut penuh. Akhirnya kita dipindah ke hotel saudaranya sebut saja hotel B. Kami dapat potongan 30 persen dan tetap dapat jatah sarapan...ada untungnya juga :). Sebenernya kami rada sedikit kecewa seh, kalo bukan karna  kedua pemilik hotel  memperlakukan kami seperti family dan menu sarapan yang enak, mungkin kami bakal komplain. Kami pun tiduran sebentar di hotel, mandi dan selanjutkan mencari tempat wisata.









Related Posts with Thumbnails