Showing posts with label Malang. Show all posts
Showing posts with label Malang. Show all posts

Thursday, September 18, 2014

Wisata Alam yang Murmer dan Asik di Bedengan Dau Malang

Setelah tiga tahun berada di Malang...baru tau kalo di deket perumahanku ada wisata alam yang masih asri. Dapat info dari bu Rt dan temen-teman di sekolah anakku.aku searching hmmm ketemu deh "bedengan" ah lumayan asik juga dibandingkan trus-trusan main ke Mall.

Hari sabtu jam 10 pagi aku siapkan perbekalan makan dan minuman sekedarnya, mainan buat pasir-pasiran (buat main air), dan  tiker. jemput dulu kaka Aca biar kakang main air-airannya seneng. Cek dulu si motor biru ku apa bensin dan ban nya sudah ok. sekedar info menggunakan sepeda motor lebih baik dikarenakan jalan menuju ke arah bedengan kecil dan berbatu. Bisa saja sih menggunakan mobil, hanya saja kita harus berjalan kaki untuk sampe ke tempat wisata, Mobil bisa diparkir di pemukiman masyarakat di are terminal.  

Goooo........perjalanan dimulei .....weiiii jalannya menanjak...".persis kaya di lagu naik naik ke puncak gunung..tinggi-tinggi sekali". Dari perumahanku Villa bukit tidar  lurussss truzzzz ke arah tegalweru, sampe selorejo....sampe ketemu terminal kecil ankot LDH (kalo g salah ya) trs ada gank kecil masuk. ke kiri...nah muleilah ketemu jalan setapak dan berkerikil kadang masih berupa tanah juga. Tapi pemandangannya indah...kita bisa lihat view kota Malang dari atas...lihat perkebunan Jeruk juga. 

Bedengan berada di bawah...berarti perjalanan selanjutnya menurun tajam. Sungai kecil bersih dan mengalir, sekelilingnya tanaman pinus dan ladang jeruk. Kami langsung parkirkan sepeda motor dan membuka tikar....anak-anak sudah ga sabar ingin membuka baju buat main air...yo wis..main sana..hati-hati yaa.

Anak-anak kayanya senengggg banget main air...entah apa yang mereka bayangkan...pokoknya mereka berfantasi dengan air dan mainan yg aku bawa dari rumah. Suamiku seperti biasa asik dengan gadget nya...ternyata kenceng signal nya. 
Tempat ini masih betul-betul asri...tapi sayang orang-orang sekitar terutama para pengunjung masih belum aware dengan kebersihan. Padahal sudah banyak disediakan tempat sampah...tapi sampah masih bercecer dimana-mana. Di aliran sungai saja banyak sekali sampah minuman botol dan plastik makan..sayang sekali :(.
Ah anak-anak sudah kelihatan kedinginan, aku  mandikan anak-anak yg emang dari pagi belom mandi. Kakang nangis ga mau dimandikan karna kedinginan, tp kupaksa aja soalnya dah terlanjur basah. habis itu  aku jemur anak-anak sebentar biar agak hangat sambil ngemil makanan perbekalan. 

Walaupun tempat ini jauh darimana-mana..tapi don't worry kalo laper ada warung yang menjual nasi dan lauk pauk, mie, aneka minuman dingin dan hangat. ada juga penjual es cream 'çampina pula"dan cilok.

Sebetulnya tempat ini digunakan untuk perkemahan, tapi  digunakan untuk kumpul-kumpul bersama keluarga juga asik. Anak-anak kubiarkan bermain bola..sambil kulihat kakang jatuh sesekali dan berlari ke arah bola. Suamiku sambil leha-leha sambil pesan kopi panas,

Hari sudah menjelang sore...perut juga sudah kenyang..waktunya pulang....anak-anak juga  kulihat sudah mulei gejala mengantuk. Eeeeh bener aja...baru memulai perjalanan pulang anak-anak tertidur .....Ah hari yang menyenangkan.....liburan tidak perlu mahal yang peting kebersamaan...i love u all :) 

Monday, October 31, 2011

Wisata dan kuliner di Malang

"Nisa betah ga di Malang"..sapa  teman dan familiy ku lewat fb , sms atau telp....dan aku pasti jawab "betahhhh...". Gimana engga  kota Malang ternyata mirip-mirip dengan kota Bandung. Malang  dan sekitarnya ternyata banyak menawarkan tempat wisata yang natural dan  bersejarah, Agro wisata, seni dan budaya. Katanya Malang raya bakalan dijadikan bali ke dua...ciee....ayo-ayo temen-temen..mari-mari kesini :).


Apa yang bikin saya betah tinggal di kota Malang...selain banyak tempat wisata, orang-orang disini kalo saya amati santun-santun dan ramah. walaupun teman kami belum banyak tapi kami dikelilingi orang-orang yang baik hati :D. nah kalo ngomongin kuliner makanan..hmmm enakkk....makanan Malang ga terlalu manis dan ga terlalu asin..buat lidah aku pas lah.


Beberapa bangunan kota Malang masih di dominasi dengan bangunan  Belanda-Hindu misalnya gereja, balai kota, sekolahan, hotel, Bank, rumah,.


Tempat wisata 
Candi :
  • Candi Singosari
  • Arca 
  • candi Sumberawan
  • candi Badut
  • candi Jajaghu (Jago)
  • candi Kidal
Pantai :
  • Pantei Balekambang..tanah lot versi Malang 
  • pantai Ngliyep
  • Pantai sendang dan Pulau sempu katanya blue laguna nya versi Malang
Gunung :
  • Gunung Bromo
  • Gunung Kawi
Air terjun :

  • Air terjun Rondo
  • Coban Pelangi
Agro Wisata
  • wisata petik buah strowberry, batu malang
  • wisata petik buah jeruk
  • perkebunan teh Wonosari
  • pasar bunga Sekar Mulyo
  • peternakan lebah rimba raya
Pemandian air panas :
  • Tahura Raden Soerjo, kota batu Malang
  • Selecta
Wisata belanja, rekreasi, dan budaya 

  • kampung keramik Dinoyo
  • taman rekreasi Wendit
  • taman rekreasi sengkaling
  • Alun-alun kota Malang dan batu.
  • waduk Sutami
  • wisata malam di kota batu
  • bendungan selorejo
  • Jatim park 2...ini keren banget kebun binatangnya. Banyak Binatang Internasional yangdidatangkan khusus ke tempat ini. tempatnya juga luassss banget..puassss dehh.
  • Taman Safari Indonesia
  • taman Toga
  • museum Brawijaya 
Kuliner makanan di Malang.
waah kalo ini banyak banget variasi nya..Makanan paling terkenal apalagi kalo bukan baso khas malang dan Cwie Mie.  Makanan  Malang pada dasarnya mirip dengan makanan Jawa Timur menu wajibnya Tempe, Tahu  dan minumnya pasti teh manis.
Rawon, Soto Ayam, Aneka penyet, rujak Cingur, Botok, tempe mendol, tempe Kacang,

Segitu dulu laporan dari kota Malang...










Candi Sumberawan Malang

Candi Sumberawan berada 6 km dari Candi Singosari...letaknya lumayan tersembunyi seh..tapi mungkin  sebentar lagi ada jalan besar sehingga  memudahkan mobil memasuki  akses ke candi Sumberawan. Kebetulan saat kami kesanajJalan besar ini sedang diperbaiki dan masih jalan tanah.
Candi ini di berada di antara pertanian , hutan pinus dan telaga sumber mata air yang bersiihhhhhhh..banyak anak anak yang dengan riangnya berenang disana, dan beberapa orang juga menggunakan air ini untuk mencuci baju sampe karpet. Pemandangan disekitar candi ini indah, sejuk dan menetramkan hati.


Candi Sumberawan ditemukan pada tahun 1904, terbuat dari batu andesit dengan ukuran  panjang 6,25m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m berbentuk segi delapan dengan susunan batu berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang.  Candi ini berupa stupa sehingga tidak bisa dinaiki. dan tidak memiliki relief. 


Di depan taman samping  candi ada prasasti batu berbentuk persegi empat setinggi 4 cm. Tulisan berbahasa belanda pada prasasti itu kini sudah hampir terkikis, isinya berisi kalau candi ini direstorasi oelh pemerinta Hindia Belanda tahun 1937.

Candi Sumberawan dipercaya merupakan alat transformasi untuk mengubah mata air yang ada di bawahnya menjadi air kehidupan atau air suci, yang dalam sansekerta disebut amerta. Amerta merupakan air para dewa yang dipercaya sebagai air keabadian. Sehingga candi ini dikait-kaitkan dengan kekuatan magis. Secara rutin setiap memasuki bulan Suro (sekitar bulan Agustus) masyarakat  desa sekitar melakukan acara Selamatan Sumber. Tumpeng pun dipersembahkan sebagai ungkapan rasa syukur atas mengalirnya mata air sumberawan yang telah menghidupi ribuan jiwa. sebagian orang juga datang kesini untuk memanjatkan doa, memohon keselamatan di salah satu ruang ujung kawasan candi terdapat ruang khusus untuk semedi.



Perut udah mulei kerubuk-kerubuk..saatnya mencari makan siang. kami pun berpamitan dengan bapak penjaga candi. Kami pun kembali ke arca dwiralapa untuk makan bakso malang nya yang eunakkkkk.









Arca Dwaralapa penjaga Candi Singosari

Setelah puas menikmati candi singosari, saya pamitan dengan bapak penjaga candi "monggoh Pak"sapaku. Bapak penunggu candi pun keluar dengan santunya beliau memberikan kode kepala tanda berpamitan  "Mba sekalian kunjungi Arca Dwaralapa dan candi sumberawan dekat ko  mba..mumpung sampeyan kesini, jalan-jalan ke Malang". Kami pun pergi ke Arca Dwaralapa....oalah ternyata  arca ini dekettt banget dengan candi Singosari.  


Arca Dwaralapa setinggi 4 m dengan posisi gada ini menunjukkan bahwa menghadap ke bawah. Posisi gada ini menunjukkan bahwa meskipun penjaganya raksasa, ia masih memiliki rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup. Arca seperti ini hanya ada di candi Singosari. Di dekat arca Dwaralapa terdapat alun-alun. hal ini menimbulkan dugaan bahwa candi ini terletak di kompleks pusat kerajaan.


Arca Dwaralapa ada 2 buah yang saling bersebrangan dan letaknya dipinggir jalan. Saat saya kesana kebutulan hari Minggu..sepertinya akses mendekati arca ini sulit, karna pagarnya terkunci. Jadi kami hanya melihat dari kejauhan.


Untuk saya orang awam dengan sejarah sekilas arca  berharga ini seperti arca biasa aja...soalnya arca ini penuh debu,..hmm mungkin ekspektasi saya masih terlalu tinggi..selalu saja saya bandingkan tempat wisata yang berada di eropa.
Tapi semoga suatu saat nanti ada banyak pihak yang aware tentang peninggalan sejarah kita.

Sunday, October 30, 2011

Jalan-jalan ke Candi Singosari


Sudah sebulan saya tinggal di Malang, tapi baru kali ini menyempatkan waktu buat jalan-jalan menikmatin tempat wisata di  kota Malang. Sehabis sarapan bubur ayam di pasar minggu, saya langsung menuju candi Singosari . 


Dari kota Malang ke Singosari plus macet kira-kira butuh satu jam. Jangan khawatir nanti pada saat di  jalanraya  terlihat petunjuk arah  arah situs candi ini.

Singkat cerita saya sampai di depan pintu gerbang candi singosari..ehm  pandangan pertama pagarnya berkarat  dan biasa aja..padahal candi nya indahh banget. Ko bisa ya situs yang bersejarah begini dihargai dengan pagar yang karatan dan biasa2 aja, ironis emang kalo dibandingkan dengan mall dan supermarket ...ah sudahlah...sekarang waktunya menikmati candi peninggalan tradisi agama Hindu. Untunglah taman diantara candi sangat terawat dan bersih.
Di sisi kiri  gerbang ada pos penjaga, pengunjung di wajibkan untuk mengisi buku tamu tapi tidak dipungut biaya..hanya diperkenankan kesukarelaan menyisipkan uang donasi untuk perawatan bangunan candi.
Candi Singosari direstorasi tahun 1937. Candi ini kaya akan ornamen berupa ukiran, arca dan relief. Candi ini terbuat dari batu andesit dengan dasar berbentuk persegi empat dan terasnya setinggi 2m. Ada tangga kecil-kecil yang langsung menuju ruang utama, dan ada lima ruang lain di sekellingnya. Dari semua ruangan hanya ada satu rungan yang berisi arca Siwa Guru (Resi Agastya).  Dulunya neh,  semua ruangan berdiri arca, tapi tahun 1819 empat arca lainnya diangkut ke Belanda dan di tempatkan di museum Leiden.Arca yang hilang diantaranya arca Durga, arca Ganesha, arca Prajnaparamita (berada di museum Jakarta). Berhubung di ruangan ga ada arca nya..ya sudah kita bernarsis ria deh disini...

Semula candi Singosari tidaklah berdiri sendiri di perkirakan di kompleks candi ini terdapat sekurang-kurangnya lima bangunan suci, ini berdasarkan ditemukan banyak arca di sekililing halaman candi. Banyak arca yang bertengger di pinggir candi ini tanpa kepala, kalo kata bapak yang jaga candi ini, kepalanya ratu Kendedes juga tersimpan museum Jakarta, tapi kalo kepala arca yang lain kurang tahu".   Candi Singosari merupakan candi Siwa-Budha sesuai agama yang dianut Kartanegara.
Candi Singosari fungsinya lebih sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa serta transformator dari air bisa menjadi air suci (amerta).




Wednesday, September 21, 2011

jalan pagi di Pasar Minggu di kota Malang

Sebagai warga baru di kota Malang, kami sempatkan untuk keliling muter-muter jalan. Kesasar mah udah sering..muter-muter jalan yang sama dan ga sampe-sampe udah  biasa. Walau kata bapak  Widji  "Jalan-jalan di Malang ga mungkin kesasar mba..orang jalannya itu lagi ko ". Untuk yang tinggal lama di Malang seh mungkin iya ya..cuma buat kami yang baru beberapa hari tinggal di Malang rasanya susahh banget ngapalin jalan. 
Hari Minggu pertama tinggal di Malang. Aku dan aa keliling pake motor sekalian cari sarapan. Sambil mau buktikan info yang aku baca "where to go Malang" katanya kalo di pagi hari di sekitar stadion gajahyana rame banget.  Baru jalan kira-kira 5 menit dari rumah kami, di bulevar jln besar Ijen ada banyak  parkiran motor dan tenda-tenda yang sedang berjualan. Langsung aja kami parkir motor. Biaya parkir lumayan mahal seh 2000 rupiah,padahal kan umumnya biaya parkir serebu. Kalo saya perhatikan orang orang yang dateng emang sudah berniat untuk belanja dan makan pagi, terbukti dari pakaian mereka. Jarang aku liat orang-orang pake training dan sepatu olah raga. Warung tenda yang atapnya berwarna hijau dan ungu  memiliki  luas yang berukuran sama dan pasar ini ternyata rutin digelar dengan nama "Pasar Wisata tugu" yang jadi salah satu daya tarik warga Malang di pagi hari. Tenda-tenda  berderet  dengan rapih, jalanan  bersih dan orang-orang yang berkunjung pun terbilang rapih ga saling bersikut. Pasar minggu ini dimulai setiap pukul 6 pagi sampe jam 1 siang. 

Pokonya ya kalo kesini emang kudu disiapkan perut kosong biar, dan emang kudu diniatkan buat cari sarapan...makanan apa aja ada disini bikin ngiler aja...mulei dari nasi soto ayam, rawon, buryam, sate, nasi bakar, gudeg, sirup, martabak, lumpia, cemilan basah, baso, sego dll..belum lagi banyak jualan asesoris, batik, peralatan rumah tangga, pakaian, buah2an, sandal, jepit...udahh dehh kalo mau hemat bawa duit secukupnya aja..soalnya kalo bawa duit brapa aja pasti dijamin abis.
Setelah semua tenda kami jajaki...kami pun melihat pemandangan stadion gajayana yang di dalamnya lagi ada beberapa renovasi. Sayang kami tidak diperbolehkan memfoto. Kami pun pulang dengan perut kenyang sehabis makan bubur ayam dan teh tawar panas toal buat 2 orang 19 rebu, so pasti dunk aku pulang sambil menjijing sandal jepit  harga 12 rebu, kaos strit 27 rebu dan tak lupa cemilan buat di rumah lumpia, martabak 10 rebu, dan buah belimbing 5 rebu ...nyam..nyammm.....


Tuesday, September 20, 2011

Pohon Bintaro...


Waktu aku searching-searching perumahan Villa bukit tidar..eeeh keluar deh berita ini tentang pohon beracun, namanya pohon Bintaro. Aku baru tahu nama tanaman ini..pas dibaca-baca artikel ini,  oalahhh ternyata tanaman  yang aku pikir tanaman pir dan bunganya mirip kamboja ternyata beracun. Pohon ini indahh banget..buahnya menggiurkan dan bunga putihnya indah. Parahnya lagi tanaman ini ada di depan kavling perumahan bukit tidar yang udah kami booking  Terus terang artikel ini sempet menjadi pertimbangan jadi meneruskan mengambil perumahan di bukit tidar atau ga. Tapi setelah di baca dan diskusi sama aa..akhirnya perumahan disana tetep diambil..ya percaya deh dengan bapak2 dan ibu2 yang comment di artikel ini. Belio-belio lebih berkompetensi tentang tanaman ini.


nah ini artikelnya.....


Pohon Bintaro yang menghebohkan Kota Bandung karena dianggap beracun, tidak hanya banyak tumbuh subur di hutan kota di Velodrome Sawojajar Kota Malang saja. Bahkan di perumahan elit di Cluster River Village kawasan Tidar, ratusan pohon ditanam dan menjadi tanaman hias.
Pohon bintaro yang ditanam di perumahan elit itu, ditanam rapi di sepanjang jalan dan muka perumahan yang ada di dalamnya. Meski tingginya baru sekitar dua sampai tiga meter, banyak diantaranya yang sudah menampakan keindahannya.
Pohonnya sudah mengeluarkan bunga dan buah berwarna hijau pucat bundar seperti apel, dengan jumlah daun yang tidak lebat. Namun siapa yang mengira, keindahan pohon yang menjadi pohon hias itu memiliki kandungan racun yang dapat mematikan.
‘’Pohon itu memang beracun, Mas. Buahnya tidak dapat dimakan, karena beracun. Kalau kami mengenalnya dengan istilah pohon apel china. Bentuk buahnya seperti apel hijau,’’ kata Paino, salah seorang pekerja di kawasan perumahan itu kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, pernah ada salah seorang pekerja yang mencoba memakan buah beracun itu. Karena tidak mengerti buah itu beracun, pekerja itu sempat memakannya. Untungnya, buah yang dimakan belum sampai masuk dalam perut. Rasa gatal langsung terasa di bagian mulutnya.
Meski dianggap sebagai pohon beracun mulai dari getah sampai kayunya, pohon itu ditanam rapi di depan perumahan dan di sepanjang pintu masuk kawasan perumahan. Ada satu rumah yang ditanami dua sampai tiga pohon di halaman depannya.
Apalagi pohon yang memiliki nama latin Cerbera odollam Gaertn itu memiliki akar yang kuat sehingga menjadikannya pelindung bagi tanah dalam menghindari abrasi dan hilangnya unsur hara.
Dikonfirmasi hal ini, pihak pengembang perumahan River Village belum dapat memberikan jawaban, ketika konfirmasi Malang Post. Sherly bagian pemasaran yang menemui Malang Post di kantornya di Jalan Bandung meminta konfirmasi diajukan secara tertulis kepada pimpinan PT Alam Mahameru sebagai pengembang kawasan perumahan itu.
‘’Kalau melalui surat akan dapat ditindaklanjuti oleh pimpinan kami. Konfirmasi tertulis itu akan dilanjutkan dengan melihat langsung di lapangan dan tindakan apa yang akan diambil,’’ ungkapnya.
Diakuinya, dia tidak mengetahui jika pohon Bintaro yang banyak ditanam di perumahan River Village termasuk pohon beracun yang dapat berbahaya. Selama ini, belum ada keluhan atau laporan dari para penghuni kepada pihak pengembang. ‘’Kalau memang pohon itu membahayakan, pihak pengembang pasti akan menggantinya untuk kenyamanan penghuni perumahan,’’ tambahnya.
Sementara itu, ahli Flora Universitas Brawijaya (UB) Rodiyati Adianingsih Phd, menyebut, dari segi fitokimia atau zat senyawa kimiawi yang terkandung dalam tumbuhan, semuanya memiliki sifat racun dan obat. Namun demikian, tidak semua tumbuhan beracun merugikan dan tidak semua tanaman obat memberikan manfaat. Termasuk pohon Bintaro. Meski mengandung racun, tapi belum tentu berbahaya bagi manusia.
‘’Kalau memang disebut berbahaya, cukup dihindari saja. Apakah dengan tidak memakannya atau kalau asapnya yang mengganggu tidak usah dibakar. Jadi tidak perlu dimusnahkan. Sebab semua tanaman memiliki fungsi sendiri-sendiri bagi lingkungan,’’ tegasnya.
Karena itu, kata dia, tugas para peneliti dan akademisi saat ini tentu saja untuk mengkaji lebih jauh mengenai keberadaan pohon yang dianggap berbahaya itu.
Hasil dari penelitian ini, diharapkan bisa menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat sehingga berhati-hati jika menemukan tanaman tersebut. ‘’PR besar bagi ahli flora untuk memetakan jenis tanaman serta fungsi dan bahayanya,’’ tegasnya.
Sedang pemerhati lingkungan dari Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Drs Wahyu Prihanta M.Kes mengingatkan, agar kebijakan penebangan pohon yang sudah ditanam, bisa dihindarkan hanya karena dianggap mengandung racun dan berbahaya.
‘’Tumbuhan tidak memiliki sifat menyerang seperti hewan. Karena itu walaupun beracun, namun sebenarnya itu adalah cara tumbuhan untuk melindungi dirinya. Saya berharap pemerintah tidak gegabah untuk menebang pohon itu,’’ 
Ia menambahkan, tumbuhan punya peranan ekologi untuk memproduksi oksigen, menurunkan suhu dan juga mencegah polusi udara. Tumbuhan yang beracun itu sebenarnya jika diteliti bisa memberikan maanfaat bagi lingkungannya. Karena itu ia menegaskan agar DKP khususnya tidak mematikan pohon hanya karena sifat racunnya. Untuk itu iapun akan segera bertemu dengan Kepala DKP untuk melakukan kajian lebih jauh mengenai pohon yang dimaksudkan itu. (aim/oci/avi) (muhaimin/malangpost)

source : http://malangraya.web.id/2009/02/07/walau-beracun-tak-harus-dimusnahkan/
Related Posts with Thumbnails